Miscellaneous

Petir Bukan Tandingan Roket Soyuz Rusia

Petir Bukan Tandingan Roket Soyuz Rusia

Bahkan sambaran petir pun tidak dapat memperlambat Roket Soyuz Rusia. Pesawat ruang angkasa tersebut berhasil diluncurkan dari Plesetsk Cosmodrome kemarin meskipun petir menghantam booster saat melakukan pendakian.

Sutradara Roscosmos Dmitry Rogozin mengabadikan momen tersebut, berbagi rekaman sambaran petir dalam sebuah video di Twitter. Roket itu tidak bertahap oleh kilat yang terus berhasil dalam perjalanan 3,5 jamnya sebelum melepaskan muatan satelit navigasi Glonass-M.

Поздравляем командование Космических войск, боевой расчёт космодрома Плесецк, коллективы РКЦ "Прогресс" (Самара), НПО имени С.А.Лавочкина (Химки) и ИСС имени академика М.Ф.Решетнёва (Железногорск) с успешным запуском КА ГЛОНАСС!
Молния вам не помеха pic.twitter.com/1cmlZ4hD1g

- Дмитрий Рогозин (@Rogozin) 2019. május 27.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa satelit itu sama sekali tidak terluka.

"Sambungan telemetrik yang stabil dibuat dan dipelihara dengan pesawat ruang angkasa," kata update dari departemen komunikasi Kementerian. "Sistem on-board dari pesawat ruang angkasa Glonass-M berfungsi normal."

Tidak semua petir berasal dari badai

Sambaran petir pada roket adalah peristiwa langka karena tanggal peluncuran biasanya diatur dengan hati-hati dengan cuaca cerah. Tapi ini jelas bukan yang pertama kali terjadi. Misi Apollo 12 yang diluncurkan pada 14 November 1969 adalah contoh yang terkenal.

Roket Saturn V berawak disambar petir dua kali saat lepas landas. Sambaran petir yang tidak terduga untuk sementara menyebabkan malapetaka bagi para astronot di atas kapal karena termasuk instrumentasi, layar, telemetri, dan sel bahan bakar semuanya mati.

Teknologi baru melindungi roket

Tapi pengawas penerbangan John Aaron di markas NASA dan astronot Alan Bean bekerja sama untuk mengembalikan roket ke jalurnya dan menuju bulan. Menariknya, petir tersebut bukan berasal dari kondisi cuaca yang tidak terduga tetapi disebabkan oleh peluncuran roket itu sendiri.

Menurut NASA, "petir dapat dipicu oleh keberadaan panjang listrik yang dihasilkan oleh kendaraan luar angkasa dan asap knalpotnya di medan listrik yang tidak akan menghasilkan petir alami," garis besar mereka dalam sebuah laporan.

Sejak insiden menakutkan itu, NASA mengambil lebih banyak tindakan pencegahan terhadap peristiwa semacam itu termasuk mengembangkan teknologi untuk fasilitas penerbangan dan roket untuk mencegah serangan. Roket Rusia menggunakan teknologi serupa sehingga sambaran petir tidak mungkin menyebabkan kerusakan besar.


Tonton videonya: Soyuz booster rocket launch. Russian Aerospace Forces (Januari 2022).