Koleksi

Ilmuwan Memiliki Kornea Buatan Cetak 3D Yang Hampir Identik dengan Manusia

Ilmuwan Memiliki Kornea Buatan Cetak 3D Yang Hampir Identik dengan Manusia

Transplantasi kornea diperlukan bagi mereka yang mengalami kerusakan kornea tetapi saat ini daftar tunggu terlalu panjang. Untuk mengatasi masalah ini, banyak ilmuwan telah berupaya mengembangkan kornea buatan yang sesuai.

TERKAIT: PENELITI MEMBUAT JAGUNG MANUSIA CETAK 3D PERTAMA

Menggabungkan dengan baik dengan mata

Namun, kornea buatan saat ini menggunakan kolagen rekombinan atau terbuat dari bahan kimia seperti polimer sintetis yang tidak cocok dengan mata. Sekarang, para peneliti telah mengembangkan kornea buatan cetak 3D baru menggunakan bioink yang terbuat dari stroma kornea dan sel induk deselularisasi.

Jenis kornea buatan baru ini biokompatibel dengan mata. Selain itu, teknologi pencetakan sel 3D memungkinkan transparansi yang sangat mirip dengan kornea manusia.

Pola kisi fibril kolagen

Kornea rumit untuk berkembang biak karena sifatnya yang unik. Ini adalah lapisan terluar tipis yang menutupi pupil.

Karena ini adalah lapisan pertama yang menerima cahaya, lapisan ini harus transparan tetapi juga harus memiliki fleksibilitas untuk bergerak saat pupil bergerak. Kornea manusia mencapai tugas yang mengesankan ini dengan diatur dalam pola kisi fibril kolagen.

Untuk mereplikasi pola ini, tim peneliti menggunakan tegangan geser yang dihasilkan dalam proses pencetakan 3D. Inovasi ini memanfaatkan gaya gesekan yang dihasilkan oleh proses pencetakan 3D.

Saat tinta dalam printer keluar melalui nosel, tegangan geser terjadi. Dengan mengatur fenomena ini, tim peneliti berhasil mereproduksi kornea buatan transparan yang efisien yang menampilkan pola kisi kornea manusia.

“Strategi yang disarankan dapat mencapai kriteria transparansi dan keamanan rekayasa stroma kornea. Kami yakin ini akan memberikan harapan bagi banyak pasien yang menderita penyakit terkait kornea,” kata salah satu anggota tim Profesor Jinah Jang dari Creative IT Convergence Engineering.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnalBiofabrikasi.


Tonton videonya: Kota Tertua Di Dunia Yang Masih Dihuni Umat Manusia (Desember 2021).