Miscellaneous

Algoritma MIT Baru Menjanjikan Robot Lebih Aman di Tempat Kerja

Algoritma MIT Baru Menjanjikan Robot Lebih Aman di Tempat Kerja

Robotika dalam dunia kerja adalah realitas kita saat ini.

Namun, jauh dari berputar-putar seperti yang mereka lakukan di film sci-fi populer, robot pabrik cenderung bergerak di sekitar lantai toko dengan tidak efisien; mereka sering kali terlalu berhati-hati sampai titik beku saat mendeteksi adanya gerakan.

MIT yakin mereka telah menemukan solusi untuk robot yang lebih cepat dan lebih aman. Algoritme baru mereka secara akurat memprediksi lintasan pergerakan seseorang, membantu dalam menghindari tabrakan dan membuang-buang waktu yang tidak perlu.

TERKAIT: Kantong Udara INI MENGHENTIKAN ROBOT DARI PEKERJA YANG SECARA TIDAK SENGAJA

Asal mula proyek

Pada tahun 2018, tim peneliti MIT berkolaborasi dengan produsen mobil BMW untuk menguji cara baru yang lebih aman di mana manusia dan robot dapat bekerja, dalam jarak dekat, membuat suku cadang mobil.

Tes di mana manusia melintasi replika lantai pabrik, sementara robot di atas rel meluncur di atasnya, dengan cepat menguraikan masalah utama dengan algoritme yang ada.

Robot tersebut diprogram untuk berhenti sejenak jika ada orang yang lewat. Namun, para peneliti menemukan itu sering membeku di tempat, terlalu berhati-hati, jauh sebelum ada orang yang melintasi jalurnya.

Waktu tunggu yang terakumulasi dan lama seperti itu akan sangat memperlambat proses produksi.

Mempercepat proses dengan batasan algoritme, bagaimanapun, akan menciptakan lingkungan kerja yang berbahaya.

Masalahnya dilacak ke batasan dalam algoritma penyelarasan lintasan robot (perangkat lunak prediksi geraknya). Itu bisa secara efisien memprediksi ke mana tujuan seseorang, tetapi berjuang untuk mengetahui berapa lama mereka akan pergi.

Algoritme penyelarasan lintasan baru

Sistem baru, dibuat oleh tim yang sama, menyelaraskan bagian dari lintasan seseorang dengan database pergerakan referensi. Ia belajar dari pergerakan orang dan menggunakan prediksi cerdas untuk mengetahui berapa lama seseorang akan pergi dari titik A ke titik B.

Misalnya, ia mengetahui bahwa seseorang yang baru saja mulai bergerak kemungkinan besar tidak akan langsung berubah arah.

Simulasi menunjukkan bahwa robot yang menggunakan algoritme jauh lebih kecil kemungkinannya untuk membeku dan akan dapat menjalankan fungsinya dengan lebih efisien. Pada akhirnya, ini memungkinkan robot yang lebih aman di tempat kerja, tanpa mengorbankan efisiensinya.

Meskipun masih ada cara lain sebelum robot besar dan berat yang dikendalikan AI dianggap cukup aman untuk bermanuver dengan bebas di sekitar pekerja manusia, ini adalah langkah besar dalam membantu robot dan AI untuk memahami perilaku manusia.


Tonton videonya: How do robots work? - The mechanism behind robots actions (Desember 2021).