Menarik

Pejabat Rusia Mengklaim Kepiting Fukushima Disalahkan atas Paparan Cesium Setelah Ledakan Misterius

Pejabat Rusia Mengklaim Kepiting Fukushima Disalahkan atas Paparan Cesium Setelah Ledakan Misterius

Misteri seputar kecelakaan nuklir Rusia semakin aneh dan aneh. Sebuah ledakan di situs uji angkatan laut Rusia membuat dunia menggaruk-garuk kepala karena insiden itu menyebabkan detektor radiasi melonjak sebentar. Terlebih lagi, insiden 8 Agustus di tempat pengujian Nyonoksa di sebuah platform di Laut Putih hampir tidak dibahas oleh pejabat Rusia, dengan sebagian besar rincian mengalir dari sumber yang bertentangan atau bocor.

Hingga saat ini, kata di lapangan oleh badan nuklir yang dikelola negara Rosatom adalah bahwa setidaknya tujuh orang tewas dari insiden yang digambarkan sebagai kecelakaan yang melibatkan sumber daya isotop untuk mesin roket berbahan bakar cairan.

Namun, dalam kejadian yang lebih aneh, seorang dokter yang merawat para korban diberi tahu bahwa isotop radioaktif cesium-137 masuk ke tubuh mereka karena "kepiting Fukushima" kata sebuah laporan oleh CNN.

Kepiting Fukushima

Pada dasarnya, kementerian kesehatan setempat menyalahkan lonjakan radiasi jangka pendek baru-baru ini pada makanan laut yang buruk. Pejabat setempat menyatakan, "Cesium-137 ... memiliki ciri terakumulasi dalam ikan, jamur, lumut, alga. Dengan tingkat kemungkinan tertentu, kita dapat berasumsi bahwa unsur ini masuk ke tubuh manusia melalui produk makanan."

TERKAIT: LAPORAN YANG BERBENTUK MUNCUL SETELAH EKSPLOSI RUSIA

Dalam kejadian aneh lainnya, outlet investigasi yang berbasis di Riga mengklaim bahwa pejabat kesehatan memberi tahu dokter bahwa cesium-137 yang terdeteksi kemungkinan terkait dengan liburan baru-baru ini ke Thailand. Bagi yang belum tahu, mereka mengacu pada serangkaian kehancuran di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi pada tahun 2011 setelah bencana gempa bumi dan tsunami Tōhoku.

Apa yang mereka uji?

Diyakini bahwa insiden itu terjadi ketika para peneliti Rusia sedang menguji prototipe yang dijuluki SSC-X-9 Skyfall, rudal jelajah bertenaga nuklir yang secara teoritis dapat mengenai hampir semua tempat di bumi. Rudal ini bahkan memiliki kemampuan untuk menghindari sistem pertahanan anti-rudal. Presiden Vladimir Putin bahkan telah menyindir bahwa rudal-rudal ini tidak mungkin berhenti mencapai sasarannya.

Namun, beberapa juga percaya bahwa kecelakaan Arkhangelsk bisa jadi melibatkan teknologi nuklir lain seperti instalasi nuklir atau generator termoelektrik radioisotop. Jelas bahwa para pejabat Rusia ingin merilis informasi sesedikit mungkin untuk mengecilkan keseriusan acara tersebut.

Menarik untuk melihat rincian lebih lanjut apa yang akan terungkap tentang insiden tersebut serta siapa yang terkena dampak langsung.


Tonton videonya: Perang Kian Dekat, Kapal Selam Rudal Nuklir Amerika Masuk ke Iran (Oktober 2021).